IN
EN
GMFI IDR 58 -1.00 Updated : 18 Sep 2026 16:13
GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51%, Pertahankan Kinerja Positif
images

Tangerang, 18 September 2026 — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) (kode emiten: GMFI), anak usaha Garuda Indonesia Group, melanjutkan tren pertumbuhan kinerja positif hingga kuartal II 2026. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim per 30 Juni 2026, GMF membukukan pendapatan (revenue) sebesar USD270,29 juta, meningkat 51% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD178,96 juta.


Pertumbuhan pendapatan tersebut turut diikuti dengan penguatan profitabilitas Perseroan. EBITDA GMF tercatat sebesar USD34,82 juta, meningkat 39,1% secara tahunan, sementara laba berjalan mencapai USD 10,81 juta.


Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan pertumbuhan kinerja pada kuartal II 2026 merupakan hasil dari peningkatan aktivitas bisnis Perseroan yang berjalan beriringan dengan konsistensi Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional.


“Pertumbuhan pendapatan pada kuartal II didukung oleh peningkatan pendapatan Time Material Basis (TMB) baik dari Garuda Indonesia Group maupun non-Grup, khususnya yang berkaitan dengan reaktivasi pesawat pada segmen airframe dan pekerjaan engine milik lessor pada segmen engine. Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, GMF juga berhasil menjaga beban operasional lainnya sehingga laba operasi tetap mampu menutupi beban finansial serta dampak rugi selisih kurs di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah hingga akhir kuartal kedua,” ujar Andi.


Capaian Operasional dan Milestone Strategis
Pertumbuhan kinerja finansial GMF juga didukung oleh peningkatan aktivitas operasional serta berbagai pencapaian strategis. Memasuki kuartal II, GMF mencatatkan sejumlah milestone yang memperkuat kapasitas layanan sekaligus memperluas jangkauan bisnis di pasar domestik dan internasional.


Di sisi fasilitas, GMF resmi melakukan inaugurasi pemanfaatan fasilitas di Pondok Cabe untuk mendukung kegiatan maintenance tipe pesawat ATR. Pemanfaatan fasilitas ini menambah fleksibilitas operasional GMF dalam memberikan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan maintenance pelanggan sekaligus mendukung peningkatan kapasitas layanan Perseroan.


Pada segmen airframe, GMF berhasil menyelesaikan reaktivasi dua pesawat Airbus A320 dan satu pesawat ATR milik Citilink. Di pasar internasional, GMF terus memperkuat portofolio layanan melalui penyelesaian overhaul landing gear K-Mile Air, penyelesaian C-Check pesawat Boeing 747 Pecotox Air, serta mendukung inaugural flight T’way Air. Dalam memperkuat kapabilitas dan standar layanan, GMF berhasil memperoleh sertifikasi AS9100D dari SIRIM QAS International, Malaysia. Sertifikasi ini menegaskan penerapan sistem manajemen mutu berstandar internasional untuk industri aviasi, antariksa, dan pertahanan, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis Perseroan pada bidang aerostructure.


Penguatan Struktur Modal dan Ekuitas
Penguatan kinerja GMF tercermin pada posisi ekuitas Perusahaan yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga 30 Juni 2026, total ekuitas GMF mencapai USD 144,62 juta, meningkat 158,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih mencatat defisiensi modal sebesar USD 248,99 juta. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin solidnya posisi keuangan Perseroan dalam mendukung keberlanjutan operasional, pengembangan kapabilitas, dan ekspansi bisnis GMF ke depan.


"Pertumbuhan revenue dan penguatan ekuitas yang kami capai menjadi momentum untuk membawa GMF ke tahap pertumbuhan pada kuartal berikutnya. Seiring dengan semakin matangnya berbagai rencana ekspansi dan pengembangan bisnis yang tengah dipersiapkan, GMF optimis untuk terus memperkuat kapabilitas dan menjaga efisiensi operasional untuk pertumbuhan yang semakin berkelanjutan," tutup Andi.