Tangerang, 08 April 2026 — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melalui SBU Defense Industry secara resmi menandatangani perjanjian teknis lanjutan pada Jumat (27/03), bertempat di Bandung, Markas Komando Koharmatau bersama Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Koharmatau), sebagai bentuk penguatan kolaborasi strategis dalam mendukung pemeliharaan pesawat TNI Angkatan Udara. Perjanjian teknis ini merupakan perpanjangan dari kerja sama sebelumnya untuk periode 2021-2026 yang telah berakhir tahun ini, dan kini dilanjutkan untuk periode 2026–2028 dengan cakupan yang diperluas. Dalam perjanjian terbaru ini, lingkup kerja sama tidak lagi terbatas pada pemeliharaan pesawat C-130 Series Hercules, tetapi diperluas mencakup berbagai jenis pesawat, yaitu Boeing 737 Series, Airbus A400M, Dassault Falcon 8X, serta Airbus Helicopter Super Puma AS332LI. Penandatanganan dilakukan oleh Marsekal Muda TNI Ir. Suryanto selaku Komandan Koharmatau dan Andi Fahrurrozi selaku Direktur Utama GMF.
Perpanjangan kerja sama ini turut mencakup pendayagunaan sumber daya dalam rangka pemeliharaan pesawat melalui program On-The-Job Training (OJT), pendidikan, dan pelatihan, serta pengelolaan publikasi teknik pesawat terkait. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pelaksanaan duplikasi serta fabrikasi tools dan equipment guna mendukung efektivitas dan efisiensi pemeliharaan pesawat di dalam negeri.
Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menekankan bahwa perluasan ruang lingkup kerja sama ini menjadi langkah nyata GMF dalam mendukung kesiapan operasional pertahanan negara. “Perluasan kerja sama ini merefleksikan tingkat kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas GMF. Ini juga merupakan langkah strategis, mengingat kompleksitas teknologi dan tingginya investasi yang dibutuhkan dalam pengembangan kemampuan maintenance, repair, and overhaul,” pungkas Andi.
Sebagai bagian dari upaya penguatan kapabilitas dalam pemeliharaan alutsista, GMF juga akan terlibat dalam proses alih pengetahuan melalui pelaksanaan OJT pada pemeliharaan Falcon 8X yang hingga kini masih dikerjakan bersama mitra internasional dan ke depannya akan secara bertahap dialihkan penuh ke fasilitas GMF. Selain itu, pengembangan kapabilitas pemeliharaan Airbus A400M juga tengah dipersiapkan secara komprehensif.
Melalui perpanjangan perjanjian ini, GMF dan Koharmatau berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara, sekaligus mendorong kemandirian nasional dalam pengelolaan dan pemeliharaan alutsista secara berkelanjutan serta memperkuat posisi GMF sebagai penyedia layanan MRO yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.